Sejarah Yayasan Pendidikan Al-Chasanah

Mulai tahun 1961, keluarga besar Chasanah yang ada di Ibu Kota Republik Indonesia Jakarta, telah mempunyai kesadaran dan bercita-cita ingin berbuat yang bermanfaat. Bidang pendidikan yang merupakan pilihan untuk dijadikan sarana guna mencapai manfaat ganda : Pengabdian kepada Allah SWT  maha pencipta, Kepatuhan/ketaatan terhadap orang tua (Ibu/Bapak),Kecintaan terhadap masyarakat dan lingkungan,Kecintaan terhadap  Tanah Air, Bangsa, dan Negara Indonesia

Dimulai dengan mendidik anak-anak dalam keluarga besar sendiri yang dilaksanakan secara non formal dan berpindah-pindah cukup mendorong untuk meningkatkan kegiatan dalam membantu pemerintah di bidang pendidikan.

Pada tanggal 31 Maret 1971 para pendiri Yayasan menghadap Notaris Rd. Imam Soesatyo Prawirokoesoemo dan kemudian memperoleh akte pendirian Nomor : 15 serta terdaftar di Pengadilan Negeri dengn nomor : 90

Pada saat-saat Pimpinan Negara mengumandangkan bahwa agama merupan unsur  mutlak bagi pembangunan dan karakter Bangsa  Indonesia. Pemda DKI Jakarta mempunyai kebijaksanaan  mendirikan sekolah-sekolah dasar islam sebagai wujud Madrasah Teladan yang berkurikulum  dari Depdikbud dan Departemen Agama RI.

Berkat bantuan moril  Bapak HM. Chasan Ibrahim anggota BPH Bidang Kesra memperoleh kepercayaan untuk bekerja sama  dengan Pemda DKI Jakarta. Dalam upacara penandatanganan naskah kerjasama yang diselenggarakan pada tanggal 19 Oktober 1971, telah menerima bantuan sebuah gedung SDI di Kelurahan Tanjung Duren, Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat. Penandatanganan dilakukan R. Soedarja (Walikota Jakarta Barat) atas nama Gubernur DKI dan Ny. E.D Effendi selaku ketua Yayasan Al-Chasanah.

Mulai tahun 1971/1972 digedung tersebut terselenggaralah  SDI Teladan Al-Chasanah. Berkat kesungguhan dan ketekunan para pengurus beserta para pendidik dan karyawannya, Yayasan Pendidikan Al-Chasanah berhasil memperoleh tambahan gedung sehingga berturut-turut pula membuka Taman Kanak-kanak, Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA). Semua tingkat sekolah tersebut menggunakan nama Al-Chasanah dan masing-masing menempati gedung tersendiri.

Alhamdulillah semua sekolah tersebut berkembang, setiap tahun mengalami kemajuan dan peningkatan, banyak mendapat perhatian/kepercayaan masyarakat dan pemerintah, sehingga semua tingkatan sekolah tersebut berprestasi dan terakreditasi.